
Islam Nusantara bukanlah suatu bentuk pengkotak-kotakan ataupun sebuah gerakan untuk mengubah doktrin Islam, bukan hendak memindah kiblat umat Islam Indonesia dari Mekkah ke Indonesia. Islam Nusantara hanya ingin mencari cara bagaimana melabuhkan Islam dalam konteks budaya masyarakat yang beragam. Islam Nusantara hanya ingin menyemai dan menampilkan wajah Islam yang teduh dan ramah bukan marah.
Dengan melihat serpihan-sepihan sejarah yang cukup panjang, Islam (di) Nusantara telah mengalami pergumulan dengan lokalitas yang beragam. Islam Nusantara hadir bukan untuk mendobrak atau membabat habis tradisi dan budaya lokal yang ada, melainkan coba untuk berdialektika dengan konteks di mana ia berada. Oleh karena sifat fleksibelnya itu, ia mampu bertahan dan berkembang sehingga memunculkan ekspresi keislaman baru yang khas dan tidak ada di belahan dunia manapun. Dengan demikian, Islam Nusantara bukanlah semacam makhluk baru, ia hanya ingin mengembalikan sesuatu pada tempatnya; hadirnya untuk mengingatkan bahwa yang Arab belum tentu Islam dan yang Islam belum tentu Arab. Dengan paradigma demikian, Islam Nusantara sebetulnya ingin mengajak keluar dari cangkang kekolotan dalam memandang agama, perdebatan klasik yang tak ada ujung pangkalnya dan kebenaran naif yang menafikan lainnya. Dengan harapan, peradaban Islam Nusantara kelak akan menjadi patron peradaban Islam dunia lantaran khazanah keilmuwan dan nilai-nilai yang begitu mempesona.
Buku ini membatasi lingkup penulisan ini dalam konteks Nahdhatul Ulama (NU) mengkonstruksi makna Islam Nusantara sebagai transformasi pemikiran kultural keumatan dalam pemahaman Islam Nusantara dalam lanskap pribumisasi Islam, meskipun mungkin telah banyak penulisan mengenai Islam Nusantara yang telah ditulis banyak kalangan intelektual lainnya, namun kajian penulisan yang akan dilakukan ini berada pada wilayah titik tekan (stression) analisis epistemologis dan analisis kritis mengenai konstruksi makna Islam Nusantara sebagai analisis kritis yang diharapkan mampu memetakan Islam Nusantara dengan mengungkap hal apa saja yang harus dipertahankan dan hal apa saja yang harus didekonstruksi dari transformasi tradisi pemikiran dan gerakan kultural keumatan Nahdhatul Ulama (NU) menjadi komprehensif dan holistik.
Penulis : Dra. ATJIH SUKAESIH, M.Si., YANTOS, S.IP., M.Si.
ISBN : Sedang Proses
Tebal Buku : vi, 144 hal (145×205 mm)
Harga : Rp. 100.000