
Buku ini membahas tentang kondisi ilmu-ilmu linguistik Arab, latar belakang kemunculannya, serta usaha para linguis pionir dalam mengembangkannya. Kajian linguistik Arab awalnya bermula dari analisis terhadap teks al-Qur’an. Sebagai yang pertama dalam bahasa Arab, karya ini merupakan represenasi dari kajian linguistik berkualitas tinggi, yang kemudian menjadi tolok ukur penggunaan linguistik di berbagai era sejarah linguistik Arab.Upaya para ahli bahasa yang menggunakan pendekatan sebagaimana disarankan oleh ahli bahasa Barat di era modern—seperti Ferdinand de Saussure, Edward Sapir, John Firth, Noam Chomsky, Nida, Triroegrass, Dressler, Van, dan Laikoff—juga menjadi bahasan dalam buku ini. Banyak metode dan teori mereka ditemukan dalam karya-karya ilmuwan klasik, terutama para mufassir. Buku ini membahas salah satu teori Barat modern yaitu tentang “bidang” atau domain semantik; termasuk definisi dan bagaimana hubungan antar-kata dibentuk dalam setiap bidang semantik.Termasuk di dalamnya pembahasan tentang sinonim, antonim, dan homonim, yang berkaitan dengan definisi, alasan kemunculannya, contoh, pendukung ataupun penentangnya, serta buku-buku penting yang ditulis dalam bidang ini.
Selanjutnya, buku ini juga membahas seputar Qiraat al-Qur’an melalui analisis terhadap terminologi “tujuh huruf” dalam hadis Nabi– menggunakan pendekatan linguistik terhadap makna dan klasifikasinya, serta pandangan para ahli bahasa klasik dalam mendefinisikannya. Buku ini juga menjelaskan perbedaan semantik dalam qiraat yang shahih, disertai berbagai contoh yang diambil dari al-Qur’an al-Karim.
Penulis : Prof. Dr. Ahmad Arif Hijazi., Masrun, M.A., Ph. D.
ISBN : 978-623-10-8982-3
Tebal Buku : viii, 149 hal (155×230 mm)
Harga : Rp. 100.000.-