Masyarakat Marginal dalam Perspektif Islam

aBuku Masyarakat Marginal dalam Perspektif Islam mengkaji secara mendalam fenomena kemarginalan sosial—kemiskinan, keterpinggiran, ketidakadilan ekonomi, serta keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan hidup—dengan pendekatan nilai-nilai ajaran Islam. Buku ini menegaskan bahwa Islam hadir sebagai agama yang memiliki komitmen kuat terhadap pembelaan kaum lemah (mustadh’afin) dan menempatkan keadilan sosial sebagai tujuan utama kehidupan bermasyarakat.
Pada bagian awal, buku ini menjelaskan konsep masyarakat marginal dari sudut pandang sosiologis dan normatif Islam. Kemarginalan tidak hanya dipahami sebagai kondisi ekonomi yang rendah, tetapi juga sebagai akibat dari struktur sosial yang tidak adil, distribusi kekayaan yang timpang, serta hilangnya nilai solidaritas kemanusiaan. Islam memandang kondisi tersebut bukan sebagai takdir yang harus diterima, melainkan sebagai masalah sosial yang wajib diatasi melalui usaha kolektif.
Buku ini kemudian menguraikan landasan teologis pembelaan terhadap kelompok marginal dalam Al-Qur’an dan Hadis. Banyak ajaran Islam yang menekankan kewajiban menolong fakir miskin, anak yatim, musafir, dan kelompok rentan lainnya melalui instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Ajaran tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan individu atau negara.
Selanjutnya, buku ini membahas strategi pemberdayaan masyarakat marginal dalam perspektif Islam, yang meliputi:

  1. Pendekatan spiritual membangun kesadaran tauhid dan harga diri manusia sebagai makhluk mulia.
  2. Pendekatan ekonomi penguatan ekonomi umat melalui sistem distribusi yang adil dan pemberdayaan usaha produktif.
  3. Pendekatan pendidikan membuka akses ilmu sebagai jalan utama keluar dari kemiskinan struktural.
  4. Pendekatan sosial membangun solidaritas, kepedulian, dan jaringan komunitas yang saling menguatkan.
  5. Pendekatan struktural mendorong kebijakan publik yang berpihak pada keadilan dan kesejahteraan bersama.

Buku ini juga menekankan bahwa Islam tidak hanya menawarkan bantuan karitatif (charity), tetapi juga transformasi sosial yang berorientasi pada pemberdayaan (empowerment). Tujuannya adalah mengubah masyarakat marginal dari objek bantuan menjadi subjek pembangunan yang mandiri, produktif, dan bermartabat.
Pada bagian akhir, buku ini menunjukkan relevansi konsep keadilan sosial Islam dalam menjawab tantangan modern seperti globalisasi ekonomi, urbanisasi, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Nilai-nilai seperti amanah, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial dipandang sebagai solusi etis untuk menciptakan sistem masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat marginal bukan sekadar anjuran moral, melainkan mandat keagamaan untuk mewujudkan kehidupan sosial yang berkeadilan, berempati, dan berorientasi pada kemaslahatan seluruh umat manusia.

Penulis             : Dr. K.H. Achmad Ghozali, M.Si

ISBN                : Sedang Proses

Tebal Buku      : x, 225 hal (155×230 mm)

Harga               : Rp. 120.000.-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *