
Hadis merupakan salah satu sumber ajaran Islam setelah al-Quran. Hal ini disebabkan hadis mempunyai posisi sebagai penjelas terhadap makna yang terdapat pada teks suci ayat-ayat al-Quran tersebut. Hal ini juga karena adanya kesesuaian antara hadis dengan teks suci yang ditransmisikan kepada Nabi Saw. Dapat juga disebutkan bahwa hadis merupakan wahyu Tuhan yang tidak dikodifikasikan dalam bentuk kitab suci, sebab lebih banyak hasil dari proses berpikirnya Nabi dan hasil karya Nabi. Akan tetapi bukan berarti hadis adalah al-Quran.
Dengan argumen tersebut, maka selayaknya studi hadis mendapat perhatian yang khusus bagi umat Islam selain studi al-Quran. Hal ini agar khazanah ajaran Islam tersebut benar-benar mengakar dengan melakukan kontektualisasi terhadap realitas dimana hadis itu hadir ditengah-tengah kehidupan sosial umat Islam. Sehingga dalam memahami hadis Nabi, realitas mempunyai posisi yang sangat penting. Agar hadis Nabi mampu mengakomodir segala realitas yang komplek dan beragam. Dengan itu, maka hadis Nabi tidak akan pernah mati dan terus hidup sampai penutupan zaman. Hal ini berbeda ketika kondisi umat Islam pada masa Rasul Saw, begitu mendapat kesulitan dalam memecahkan berbagai problematika yang berkaitan dengan masalah agama, seketika itu mereka langsung datang menemui Rasul Saw dan bertanya tentang hukum dan sekaligus solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi saat itu, Rasul Saw ketika itu langsung mendapatkan wahyu sebagai penjelas dan yurisprudensi terhadap masalah tersebut.
Oleh karena itu, untuk menjawab kebutuhan akan ilmu hadis, maka buku ini berusaha memenuhi harapan bagi pembaca serta umat Islam pecinta ilmu hadis sebagai referensi awal dalam memahami hadis.
Penulis : Prof. Dr. H. Ilyas Husti, M.A., Dr. Rahman, M.Ag., Wildani Hilwa Mohd. Saleh
ISBN : Sedang Proses
Tebal Buku : ix, 252 hal (155×230 mm)
Harga : Rp. 135.000.-