
Persoalan bid‘ah merupakan salah satu tema yang paling banyak memunculkan perdebatan di kalangan umat Islam. Tidak sedikit amalan yang oleh sebagian ulama dinilai sebagai sunnah, sementara oleh ulama lain dipandang sebagai bid‘ah. Perbedaan tersebut sering kali berujung pada sikap saling menyalahkan, bahkan saling membid‘ahkan, padahal akar persoalannya tidak selalu terletak pada penolakan terhadap syariat, melainkan pada perbedaan metodologi dalam memahami dalil dan menetapkan hukum. Kondisi inilah yang melatarbelakangi lahirnya buku Ushulul Bida’.
Berbeda dengan buku-buku bid‘ah yang umumnya hanya memuat daftar amalan yang dianggap bid‘ah atau bukan bid‘ah, buku ini mengkaji persoalan tersebut dari perspektif ushul fikih dan metodologi istidlal para imam mujtahid. Pembaca diajak memahami bagaimana Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam al-Syafi‘i, dan Imam Ahmad bin Hanbal membangun kaidah dalam menetapkan suatu amalan sebagai bid‘ah, sehingga perbedaan hukum yang muncul dapat dipahami secara ilmiah dan proporsional.
Buku ini membahas secara sistematis konsep bid‘ah mulai dari definisi etimologis dan terminologis, klasifikasi bid‘ah, prinsip-prinsip dasar Ushulul Bida’, metodologi para imam mazhab, hukum taklifi bid‘ah, hingga hakikat bid‘ah mukhtalaf fiha, yaitu perkara yang diperselisihkan penetapan kebid‘ahannya di kalangan ulama mujtahid. Pembahasan tersebut dilengkapi dengan analisis tentang sebab-sebab khilaf, perbedaan ushul, adab berikhtilaf, serta batas antara inkar (mengingkari) dan tabdi‘ (memvonis bid‘ah).
Sebagai aplikasi praktis, buku ini menghadirkan berbagai studi kasus bid‘ah dalam bidang akidah, ibadah, dan tradisi keagamaan, seperti persoalan khalq al-Qur’an, qunut Subuh, zikir berjamaah, serta perayaan Maulid Nabi. Setiap kasus dikaji dengan menampilkan dalil-dalil, argumentasi para ulama, analisis metodologis, serta titik perbedaan istidlal yang melatarbelakangi lahirnya berbagai pendapat tersebut.
Melalui pendekatan yang komprehensif dan berbasis literatur klasik maupun kontemporer, buku ini menegaskan bahwa tidak semua perkara yang diperselisihkan layak dijadikan alasan untuk saling membid‘ahkan, sebagaimana tidak semua perkara baru dapat diterima tanpa batas. Sikap ilmiah, objektif, dan berlandaskan metodologi para imam mujtahid menjadi kunci dalam memahami persoalan bid‘ah secara adil dan proporsional.
Buku Ushulul Bida’ diharapkan menjadi rujukan bagi seluruh pembaca yang ingin memahami konsep bid‘ah secara mendalam, sekaligus menjadi kontribusi akademik dalam membangun budaya dialog, toleransi, dan persatuan umat ditengah keragaman ijtihad para ulama.
“Menjaga kemurnian sunnah tidak berarti menutup ruang ijtihad, dan menghormati perbedaan tidak berarti melegitimasi seluruh perkara baru. Di antara keduanya terdapat manhaj para ulama yang dibangun di atas ilmu, dalil, dan adab dalam berikhtilaf.”
Penulis : Adynata
ISBN : Sedang Proses
Tebal Buku : x, 251 hal (155×230 mm)
Harga : Rp. 150.000.-